VIVAnews - Gelombang evakuasi warga negara Indonesia dimulai nanti malam. Ketua Satgas evakuasi warga, Hassan Wirajuda, mengatakan 262 warga siap dievakuasi malam nanti.
"Malam nanti sekitar pukul 11 WIB atau 5 waktu setempat," kata Hassan, di Binagraha, Jakarta, Jumat 25 Februari 2011
Namun, warga negara Indonesia yang dievakuasi, tidak langsung dipulangkan ke tanah air. "Mengevakuasi warga kita dari Libya kita
akan menggunakan titik transit di Tunisia, sebagai negara tetangga terdekat jaraknya," kata Hassan.
Dari Tunisia, mereka baru diterbangkan ke tanah air, Senin tanggal 28 Februari 2011. "Kami akan transitkan mereka dan di tampung di Tunisia selama 3 hari," ujar Hassan.
Jumlah 262 tersebut didominasi karyawan PT Wijaya Karya yang berjumlah 201 orang. "Bahkan, PT persero wika sudah mengatur
kelanjutan penerbangan 201 karyawannya dari Tunisia ke Jakarta," kata mantan Menteri Luar Negeri itu.
• VIVAnews
read more...
Senin, 28 Februari 2011
Evakuasi WNI di Libya Dimulai Malam Ini
Dari 'Turunkan Nurdin!' Sampai 'Revolusi PSSI!'
Jakarta - Perjuangan timnas Indonesia di Piala AFF terus mendapatkan dukungan. Sebaliknya, PSSI beserta ketua umumnya, Nurdin Halid, terus mendapatkan perlawanan.
"Nurdin Halid, Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang". Kalimat tersebut sempat muncul pada spanduk di salah satu sudut Stadion Utama Gelora Bung Karno sebelum laga putaran grup antara Indonesia vs Malaysia, 1 Desember silam. Entah siapa yang memasangnya.
Suporter pun bereaksi atas terpampangnya spanduk tersebut. Sekitar pukul 18.40, suporter 'Merah-Putih', yang sudah memenuhi tribun tempat spanduk tersebut dipajang, ramai-ramai menurunkan spanduk tersebut.
Reaksi lebih keras kemudian muncul pada laga selanjutnya, ketika Indonesia menghadapi Laos. Sebuah spanduk muncul pada 10-15 menit terakhir laga tersebut. Kali ini berbunyi: "Lindungi Indonesia Dari Godaan Nurdin Yang Terkutuk".
Sedemikian gencarnya suara yang meminta pria asal Makassar itu untuk lengser. Suara yang sebenarnya sudah lama kita dengar--bahkan sejak orang yang dikritik masih berstatus tahanan akibat kasus korupsi minyak goreng.
Setali tiga uang dengan Nurdin adalah federasi yang kini diketuainya: PSSI. Di antara kericuhan soal pembelian tiket Piala AFF yang masih berlangsung sampai hari Minggu (26/12/2010) kemarin, banyak suporter yang bernyanyi, "Revolusi PSSI! Revolusi PSSI!"
Mereka terlihat muak dengan federasi sepakbola tertinggi di tanah air itu yang bahkan mengurus manajemen tiket saja tidak becus.
Maka, jangan heran kalau kemudian muncul suara-suara "Cintai timnas, tapi tidak dengan Nurdin Halid dan PSSI". Pada laga terakhir Firman Utina dkk. di Stadion Bukit Jalil, spanduk menentang Nurdin muncul lagi. Kali ini berbunyi: "Lindungi Indonesia dari Godaan Nurdin yang Hina!"
Masih belum cukup?
Tengoklah jejaring-jejarin sosial macam Twitter dan Facebook. Suara di sini juga sama ramainya. Hashtag #NurdinTurun muncul di kicauan para pengguna Twitter, tak kalah banyak dengan kritikan yang menilai Nurdin sudah mengeksploitasi timnas secara berlebihan.
Keramaian itu pun membuat nama Nurdin jadi "terkenal". Gelandang Liverpool, Ryan Babel, sampai heran dan bertanya-tanya melalui akun Twitter-nya, "Why does Nurdin Halid cuz problems?"
Babel yang punya banyak "pengikut" dari Indonesia dan acapkali memberikan selamat kepada timnas Indonesia sedikit heran dan seolah-olah bertanya, "Memangnya siapa sih si Nurdin ini?"
Bahkan media Inggris, Guardian, sampai-sampai memasukkannya ke dalam daftar tokoh sepakbola yang layak diperbincangkan sepanjang 2010 pada 26 Desember 2010. Namun, Guardian, dalam bahasan sangat singkatnya, jelas lebih menyorot sisi buruk Nurdin.
"Di penjara pada 2008 karena kasus korupsi distribusi minyak goreng sebesar 18 juta dollar AS, tapi kini sudah kembali bekerja. Highlight-nya pekan lalu: memberikan bonus 250 ribu dollar AS secara tunai menggunakan sebuah kardus. 'Mereka layak mendapatkannya!' (kata Nurdin, red)."
by:http://m.detik.com
read more...

